|
 |
| |
| » AWS | | Rabu, 29 April 2009 | | Karena Kreasi Adalah Eksistensi | | Ditulis Oleh : Administrator | …Karena Eksistensi adalah Kreasi
Coretan Kecil Afifah Afra
Tentu tak begitu saja Abraham Maslow menempatkan self actualization—yang kemudian mengejawantah pada eksistensi diri, sebagai pamuncak dari teori hierarki kebutuhan seorang manusia. Teori ini—bisa jadi—adalah jawaban telak dari pertanyaan sastrawan besar Inggris, Shakespeare—yang ternyata mampu membuat banyak filsuf tak mampu lelap dalam tidur. “Mengapa terdapatlah ‘ada’, bukan ‘tiada’…?”
Ini adalah konsentrasi terbesar para pemikir besar pada abad-abad pasca Shakespeare—meski geliat pencarian eksistensi telah dimulai sejak manusia mulai terlahir di muka bumi. Fir’aun misalnya, usai mendapatkan tingkat-tingkat kebutuhan yang lebih rendah (yang jika didasarkan pada teori Maslow) yakni physiological needs, safety needs, love and belongingness needs, dan esteem needs, kemudian mencoba mencari-cari pemenuhan kebutuhan akan self actualization. Akhirnya, bertemulah ia dengan sebuah kalimat, “Ana rabbakumul a’la.” Ini adalah proklamasi pencarian eksistensi diri Fir’aun. Eksistensi diri yang overconfident!
Tentu tak semua proses pencarian eksistensi diri melahirkan kedurhakaan semacam Fir’aun, Namruj, Nebukhadnezar, Diqyanius dkk. Banyak para ‘bintang sejarah’ telah membuktikan, bahwa mereka mampu mencetak peradaban besar karena kemampuan mereka beraktualisasi diri. Di garda terdepan, ada deretan rasul dan para anbiya, yang karena begitu pentingnya aktualisasi diri mereka bagi ummat, maka mendapatkan ‘Pendampingan Khusus’ dari Sang Maha Pemberi Eksistensi, berupa talenta profetik dengan segenap keistimewaannya yang terkadang melampaui batas logika—yang kita ... Selengkapnya
|
|
|
| |
|