ProfilrelfeksiCerpenRemajaBuku BaruAWSInformasi
Afifah Afra Amatullah
 
Milis Contac Us
 
Shoutbox
 
  Visitors : 10915 visitors
  Hits : 79833 hits
  Month : 202 users
  Today : 16 users
  Online : 2 users

 

 


 
INFORMASI POPULER

BARUUU!!! (313 x)










 
» CERPEN
Minggu, 06 September 2009
PELANGI IBU
Ditulis Oleh : Administrator
PELANGI IBU
Afifah Afra

Awalnya sederhana sekali. Ketika itu aku memberi Ibu hadiah seekor ayam kedu. Ayam betina yang cantik, berbulu kombinasi abu-abu, putih, dan coklat muda. Ayam yang kubeli seharga dua puluh ribu perak dan kuberi nama Pelangi.
Respon Ibu pun tadinya biasa saja. Tak se-surprised ketika Mbak Irna, kakakku yang sulung, menghadiahi seuntai kalung mutiara. Selain harganya hampir terpaut seratus kali lipat, aku pun sangat tahu Ibu tidak suka memelihara ayam. Ibu lebih suka dengan koleksi tanaman hiasnya. Cuma entah mengapa, begitu melihat sosok Pelangi di Pasar Bandungan, ketika aku iseng-iseng survei di sana, tiba-tiba ‘jatuh cinta’ seketika dan berhasrat menghadiahkannya kepada Ibu. Tak peduli nantinya akan disembelih atau diserahkan ke Mat Karpo, tukang kebun kami, yang jelas aku memberikan hadiah itu dengan penuh cinta.
Itu satu setengah tahun silam, ketika aku masuk mahasiswa semester dua. Setelah aktif di kampus dengan seabreg kegiatan, baik Rohis maupun di BEM, secara otomatis urusan si Pelangi pun terlupakan. Sampai keluhan itu berdatangan.
“Ibu lebih mengutamakan si Pelangi daripada Andang dan Evan, cucu-cucunya,” keluh Mbak Erna lewat telepon. “Masa ketika mudik kemarin kami dicuekin…”
“Gila, kau beri guna-guna apa si Ibu, Fa? Mosok Ibu lebih seneng kangen sama ayam-ayam daripada aku dan anak-anak. Baru dua hari di Jakarta, ibu kemut-kemut pengen ... Selengkapnya


 
Copyright© 2008 by Wafy-it.com