|
 |
| |
| » INFORMASI | | 00 0000 s/d 00 0000 | | Ringkasan Novel De Liefde | Topik : Tak mudah menjalani pembuangan di sebuah negeri asing, meskipun negeri itu adalah negeri Belanda! Tempat ia pernah menyemai cita-cita menggali ilmu pengetahuan setinggi-tingginya. Sekar Prembayun tertatih-tatih menyusuri kehidupan yang jauh dari dugaannya. Termasuk harus berurusan dengan Roesmini van de Brand, seorang perempuan indo yang dijual oleh ‘ayahnya’ di rumah pelacuran dan menjalani affair dengan seorang anggota parlemen.
Tak mudah untuk tetap mempertahankan semangat juang, di saat badai menerpa dari segala penjuru. Membuat idealisme seperti barang tertawaan. Seperti yang dialami Everdine Kareen Spinoza, pengacara yang memperjuangkan nasib kliennya, Rinnah van de Brand yang ingin mendapatkan hak pengasuhan anaknya, meski ia hanya seorang Nyai Belanda.
Sekar dan Everdine, di tengah perjuangannya melawan sistem hukum yang tak berpihak pada kaum inlander, harus pula memperjuangkan arti sebuah kesetiaan. Karena, cinta sejati memang begitu sulit diejawantahkan. Apakah Sekar, Everdine dan yang lain berhasil meramu sebuah de liefde, cinta yang menginspirasi perjuangan mereka?
Dan, siapakah sebenarnya keluarga Van De Brand itu? Mengapa di satu sisi Richard van de Brand menjadi salah seorang yang sangat berkuasa di Hindia Belanda dan memiliki peluang menjadi gubernur jenderal, bahkan perdana menteri, namun di sisi lain ada Daalen van de Brand, kakaknya yang tergolek sebagai pecandu narkotika di salah satu kamar sempit di Rumah Bordil De Lente? Mengapa kakak-beradik yang sejak muda bermusuhan itu menempuh jalan hidup yang begitu berbeda? Dan apa hubungan mereka dengan Rinnah van de Brand yang gila dengan Roesmini van de Brand yang menjadi pelacur?
Novel kedua dari tetralogi De Winst ini begitu penuh liukan konflik. Akan tetapi, konfliknya bergaris-garis romantis. Epik menggariskan idealisme yang tegas, namun balutan asmara membuat epik ini menjadi kisah yang memikat. Jika De Winst berhasil mencatat kesuksesan, maka sequelnya ini pun tak kalah menawan. Selamat membaca! | | Tempat : | Pengirim : Administrator
| | Halaman : << First | < Previous | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | Next > | Last >> | | 00 0000 s/d 00 0000 | | Buku Baru: De Liefde | Topik : Sobat Afra nan dahsyat...
Buku yang saya rencanakan terbit sekitar setengah tahun silam, ternyata baru bisa saya selesaikan minggu ini. Saya mohon maaf sebesar-besarnya. Saya memang sengaja tidak buru-buru dalam menyusun sequel de Winst, saya ingin mematangkan berbagai setting sejarah yang menjadi lattar novel ini. Salah satu setting sejarah yang benar-benar terjadi adalah de muiterij op de zeven provincien, alias pemberontakan di atas kapal perang De Zeven Provincien. Konon, kejadian yang tersketsa pada 4 februari 1933 ini memang sengaja disensor oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Jadi, agak sulit mencari literatur tentang peristiwa ini.
Alhamdulillah, saya dibantu browsing oleh Mbak Maimon Herawati untuk mendapatkan artikel-artikel yang dibutuhkan. Sangat membantu, karena beberapa artikel yang beliau dapatkan, ternyata justru menjadi referensi resmi dari buku-buku yang saya baca. Meski harus mengerutkan kening, karena semua berbahasa inggris... (hehe, ketahuan klo english saya tak terlalu bagus :-)) So, jazzakillah Mbak Maimon...
Novel ini masih bertutur kisah tentang Sekar Prembayun yang menjalani masa pembuangan di negeri Belanda, serta persentuhannya dengan gerakan penggulingan kekuasaan Ratu Belanda yang ditunggangi oleh Nazi. Juga perjuangan Everdine Kareen Spinoza yang menjadi pengacara seorang Nyai Belanda yang ingin mendapatkan kembali anaknya yang dijadikan pelacur oleh ayahnya sendiri yang Eropah totok.
Dengan setebal 256 hal kuarto spasi tunggal, yang jika dibukukan kira-kira 500 halaman, tampaknya butuh konsentrasi agar buku ini bisa terbaca dengan baik. Namun, saya telah mengusahakan yang terbaik. semoga Anda puas, dan ditunggu kritik sarannya. | | Tempat : | Pengirim : Administrator
| | Halaman : << First | < Previous | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | Next > | Last >> | | 00 0000 s/d 00 0000 | | Puisi Lebaran | Topik : Kepadamu, Ikhwatuna Fillah...
Allah, Engkau tahu
Betapa ingin, di hari yang berbahagia ini
Kami menatapnya tanpa perantara
Wajah-wajah orang yang kami cintai karena-Mu ya Wadud
Yang parasnya bercahaya karena sinar ramadhan meneranginya
Yang bola matanya cemerlang sebab air mata taubat membasahinya
Yang suaranya terdengar lembut sebab lantunan zikirnnya
Betapa kami ingin mengunjunginya
Menebar kasih nan tulus
Menyambung silaturahim
Serta mengucapkan kepadanya :
Taqabbalallahu minna wa minkum
Kullu aamin wa antum bi khair
Selamat lebaran 1430 H
Akan tetapi, ucapan itu
Hanya terwakilkan
Lewat sebait puisi
Semoga kelak
Saat kami berkumpul di surga-Mu ya Rahmaan
Kami selalu bersama
Tak terpisahkan
Merenda kisah nan indah
Dalam lautan kasih-sayang-Mu
Dalam samudera keridhaan-Mu
| | Tempat : | Pengirim : Administrator
| | Halaman : << First | < Previous | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | Next > | Last >> | | 00 0000 s/d 00 0000 | | Artikel Baru di Web Ini | Topik : Hai, Sahabat Afra yang dahsyat!!!
Ada beberapa artikel baru yang diposting di menu remaja, refleksi dan cerpen. Sebenarnya nggak benar-benar baru, karena sudah beberapa kali dipublikasikan di media selain web ini. Bahkan, cerpen Pelangi Ibu, adalah cerpen islami pertama kali yang dipublikasikan di Annida, tahun 99 yang lalu.
Selamat menikmati.
| | Tempat : | Pengirim : Administrator
| | Halaman : << First | < Previous | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | Next > | Last >> |
|
|
| |
|