|
 |
| |
| » REMAJA | | Rabu, 04 Agustus 2010 | | Catatan Perjalananku | | Ditulis Oleh : Administrator | Mencari Tuah di Bumi Lancang Kuning
Oleh Afifah Afra
Udara panas menyambutku saat pesawat Air Bus berkapasitas 180 penumpang milik Batavia Air mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekan Baru. Sebuah kota yang sedang berkembang menjadi salah satu pusat perekonomian Sumatera. Kota jumlah penduduk 799.312 jiwa. Dan kota ini adalah pusat dari sebuah provinsi dimana bahasa persatuan negara kita ini berasal. Pasti menarik, mencari keeping-keping puzzle di negeri melayu ini.
Huruf Arab Melayu
Aku dijemput oleh beberapa muslimah, Sugi, Dian, Gustri dan Ummi. Dengan menaiki mobil kijang yang dikendarai dengan lincah oleh Ummi, kami meluncur di atas jalanan Pekanbaru. Pertama, menuju masjid Arfa’unnaas (sempat ge-er saat salah membacanya, kukira tadi namanya masjid Afra’unnaas hehe) di kompleks kampus Unri. Saat memasuki gerbang kampus negeri terbesar di Pekan Baru itulah, aku tertarik dengan tulisan Arab yang berada tepat di bawah tulisan Universitas Riau.
“Itu tulisan Arab Melayu, Mbak,” jelas Gustri. Meskipun namanya pakai ‘Gus’ dia itu perempuan sejati, lho. Beda dengan para ‘Gus’ di pesantren-pesantren Jawa Timur. “Tulisannya Arab, tetapi bahasanya melayu.”
Saat kuamati, hampir seluruh papan nama, seperti fakultas-fakultas, di universitas tersebut, selain menggunakan tulisan latin, juga menggunakan tulisan Arab Melayu. Ini menunjukkan bahwa pengaruh Islam di kebudayaan melayu memang sangat kental. Maklum saja, ... Selengkapnya
|
|
|
| |
|