Untuk Sahabat Kesayangan



Puisi Afifah Afra

Duduklah di sini, sahabat kesayangan
Di bangku kayu ini, kita berhadap-hadapan
Aroma kopi susu menyibak sungkan
Sari bunga taman menyejuk bara ingatan

Asap kopimu bertaut dengan asap kopiku
Mereka mengajari kita, indahnya bertaut dalam satu
Tetapi, mengapa tatap mata kita masih saja beku?

Sahabat, ke sini, ke mataku kau harus menatap
Di korneoku tersimpan segudang harap
Kumohon kau sampaikan apa maumu
Lalu izinkan kuungkapkan apa inginku

Mungkin ada rasa tidak setuju
Mungkin berlusin sangka tak tentu
Persahabatan kita tlah lama tertikam sembilu
Maka, kuundang kau untuk duduk berdua di sini
Dalam suasana nyaman sejati
Lembut terasa nyanyian hati

Bertautlah dua keinginan
Berkawin dan berpinak kesepakatan
Begini cara kita merenda perbedaan
Hangat penuh alun persahabatan

Bukan berkicau sengak
Di ruang penuh arak
Berlomba keras berbahak

Bukan pula di ruang maya
Saat lisan bertelur caci
Maki terumbar tanpa basa-basi
Bak peluru dari penembak frustasi

Apa yang kau cari?
Kau pikir cacimu bikin ku jeri?
Lalu tunduk pada ancammu?
Tidak, aku justu akan meronce sembilu
Kulempar tepat di ulu kalbu

Kita akan terbahak
Lihat darah bertumpah-tumpah
Jiwa bernanah-nanah

Sudahi, sudahi Sahabat...
Duduklah kemari
Nikmati senja sore hari
Bersama aroma kopi
Yang terus menari-nari
Mengajak jiwa lemah ini
Tetap berseri-seri

(Yogyakarta, 7 Agustus 2017)


Posting Komentar untuk "Untuk Sahabat Kesayangan"