Kenapa Pernikahan Membutuhkan Rahmah?
Awal-awal pernikahan adalah masa-masa yang dipenuhi kebahagiaan. Banyak orang menyebutnya sebagai masa bulan madu. Cinta yang berkobar membuat sepasang pengantin baru seakan merasakan surga dunia. Hari-hari terasa indah, perhatian mengalir tanpa diminta, dan setiap kebersamaan menjadi momen yang membahagiakan. Pada masa ini, perbedaan sering kali terasa manis, dan kekurangan pasangan tampak seperti sesuatu yang bisa dimaklumi dengan mudah.
Namun, seiring berjalannya waktu, tahun demi tahun berlalu, rasa itu perlahan dapat berubah. Perasaan hambar mulai terasa. Konflik mulai muncul. Perbedaan karakter yang dahulu tampak menarik, kini bisa menjadi pemicu pertengkaran. Bahkan hal-hal sederhana pun terkadang sulit untuk dipahami satu sama lain. Saat kejenuhan, kebosanan, dan konflik yang datang silih berganti mulai mendera, muncul pertanyaan: apakah kita harus lari dari komitmen yang telah kita bangun?
Tentu tidak, bukan? Pernikahan bukan sekadar tentang perasaan yang selalu menyala, tetapi tentang upaya untuk terus merawatnya. Agar pernikahan tetap kokoh dan bertahan, ada nilai penting yang perlu dihidupkan dalam rumah tangga, yaitu rahmah.
Rahmah adalah cinta yang bersifat universal, melampaui sekadar ketertarikan fisik atau kedekatan emosional semata. Cinta yang berbingkai rahmah tidak dibatasi oleh rupa, usia, keadaan, ataupun kondisi tertentu. Dalam kehidupan rumah tangga, rahmah hadir dalam berbagai bentuk: kasih sayang yang tulus, kepedulian terhadap pasangan, keakraban yang hangat, rasa iba, simpati, serta welas asih yang membuat setiap anggota keluarga merasa dihargai.
Dalam perspektif psikologi, cinta memang secara sederhana dibedakan menjadi dua, yaitu cinta yang berbasis pada gairah (passionate), dan cinta yang berbasis pada kasih sayang (companionate). Cinta passionate penuh dengan ledakan-ledakan hormonal yang memicu emosi yang kuat dan keinginan untuk mengekspresikan dalam hubungan fisik, seperti pelukan, ciuman, juga hubungan seksual. Kita menyebutnya ini Mawaddah. Sedangkan cinta companionate cenderung berorientasi pada keakraban, saling support, persahabatan, emosi yang tidak sekuat passion tetapi cenderung bertahan lama. Inilah yang identik dengan Rahmah. Keduanya penting sekali untuk membuat interaksi pernikahan menjadi indah dan kokoh.
Meskipun begitu, tampaknya pembahasan tentang mawaddah lebih banyak mendominasi ruang-ruang perbincangan kita tentang cinta. Padahal, rahmah juga tak kalah penting. Terlebih, keindahan rahmah tidak hanya terasa dalam hubungan antara suami dan istri. Jika mawaddah cenderung merupakan cinta yang khas, spesifik antara suami dengan istri (karena Islam melarang semua ekspresi cinta fisik selain kepada pasangan yang sah), rahmah bisa mengalir ke siapa saja seperti kepada buah hati, keluarga besar, bahkan meluas hingga kepada lingkungan sekitar. Rumah tangga yang dipenuhi rahmah akan menghadirkan suasana damai, hangat, dan menenteramkan bagi siapa saja yang berada di dalamnya.
Lalu, bagaimana agar nuansa penuh rahmah ini senantiasa menghias kehidupan rumah tangga kita? Bagaimana cara menumbuhkan, merawat, dan menjaga cinta yang berlandaskan rahmah agar tetap hidup sepanjang waktu? Mari terus membaca buku di tangan Anda ini. Buku ini akan mengajak kita mendefinisikan rahmah secara lebih mendalam, mengupas berbagai dimensinya, serta meresapi maknanya bersama dalam perjalanan membangun keluarga yang penuh kasih.
Buku ini saya tulis bersama sahabat saya, Riawani Elyta, sekaligus menjadi penutup dari Trilogi Sayap-Sayap Sakinah dan Sayap-Sayap Mawaddah. Meski disebut sebagai trilogi, masing-masing buku sebenarnya dapat dibaca secara terpisah. Bagi sahabat yang sudah lama menjalani pernikahan, buku Sayap-Sayap Rahmah ini dapat menjadi teman untuk melakukan refleksi atau perenungan: bagaimana kita menyegarkan kembali kehidupan pernikahan yang telah berjalan bertahun-tahun. Mungkin bukan lagi sebagai interaksi yang penuh gelora, melainkan seperti aliran air jernih yang mengalir tenang—menenangkan, menguatkan, dan menumbuhkan kedalaman makna.
Terima kasih kepada Penerbit Indiva Media Kreasi yang telah menerbitkan buku ini. Semoga buku ini memberi manfaat dan menjadi bagian kecil dari upaya menghadirkan rumah tangga yang lebih hangat dan penuh rahmah. Buku ini dapat dibeli di berbagai marketplace atau dengan langsung menghubungi marketing Indiva Media Kreasi.
Buku Sayap-Sayap Rahmah bisa diorder di SINI. Atau bisa order ke wa.me/6287835388493.



Posting Komentar untuk "Kenapa Pernikahan Membutuhkan Rahmah?"
Posting Komentar
Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!