10 Tahun Pacaran Tetapi Putus, Bagaimana Segera Move On?



“Saya baru putus dengan pacar yang sudah pacaran selama 10 tahun, bagaimana caranya agar saya bisa bangkit dari patah hati?” 

Peristiwa tragis tersebut merupakan kasus yang menimpa salah seorang pembaca setia. Dia mengalami masalah berat, yang membuatnya patah hati. Frustasi. Dia merasa hidup sudah tak lagi memiliki warna. Semua jadi kelabu. 

Putus cinta setelah memadu ikatan selama 10 tahun tentu menjadi peristiwa yang teramat menyakitkan bagi yang mengalaminya. Apakah Anda pun pernah mengalami kasus semacam itu? Bagaimana cara Sobat mengatasinya? Apakah sama dengan saran yang saya berikan ini?

Menurut Robert Stenberg (1997), perasaan cinta merupakan gabungan dari keakraban (intimacy), hasrat (passion) dan komitmen. Namun, ketika hubungan asmara sudah semakin lama, romantic passion justru akan berkurang, sebaliknya, keakraban (intimacy) justru semakin tinggi. 

Bahkan, menurut Theresa E. DiDonato Ph.D, sebagaimana ditulis dalam psychologytoday.com (10/10/2014), dalam hubungan jangka panjang, intimacy justru merupakan prediktor yang paling kuat dibanding dengan passion.

Akan tetapi, karena komponen intimacy sudah semakin kuat itulah, justru ketika putus, rasanya semakin sakit. Bukankah rasa sakit itu akan terasa semakin mendalam, jika pelakunya adalah orang yang kita cintai dengan cinta yang tulus murni? Terlebih, pada hubungan cinta yang sudah berusia lama, biasanya komitmen juga sudah terbangun, sehingga saat putus, kita juga merasa tengah dikhianati. 

Sesakit dan sesedih apapun perasaan kita, tentu Anda tak boleh berlarut-larut dalam patah hati. Anda harus segera bangkit, bukan? Bagaimana cara agar kita segera move on?

Lakukan katarsis emosi yang positif

Katarsis berasal dari bahasa Yunani “kathoros”, yang artinya adalah penyucian atau pembersihan. Maksudnya adalah penyucian dan pembersihan jiwa dari emosi-emosi negatif. Menurut Sigmund Freud, katarsis bisa digunakan sebagai cara melepaskan rasa sakit di masa lalu. 

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk proses katarsis, misalnya dengan menulis, menyalurkan hobi seperti olah raga, musik dan sebagainya. Lakukan hobi dan aktivitas positif lebih banyak dan intens dari sebelumnya, sehingga kita kembali memiliki gairah hidup dan segera bangkit dari keterpurukan. 

Bisa jadi, hal tersebut justru memicu kita untuk berprestasi. Sebagai contoh, karya besar pianis sekaligus komponis Jerman, Beethoven yang berjudul Für Elise, menurut berbagai literatur, diciptakan saat Beethoven patah hati karena gadis yang dia cintai, Elisabeth Rockel, menikah dengan orang lain. Energi patah hati Beethoven mungkin sangat kuat, sehingga ketika dia mengalihkan energi itu untuk berkarya, ternyata justru berhasil menciptakan sebuah musik yang sangat legendaris dan banyak disukai hingga saat ini.

Pikirkan secara jernih mendalam, mengapa peristiwa tragis ini  bisa terjadi. Gunakan logika seoptimal mungkin dalam menganalisis peristiwa demi peristiwa yang terjadi. Menurut Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence, di dalam otak kita terdapat otak logika (yaitu di bagian korteks otak) dan otak emosi. 

Stimulus yang masuk di otak kita, harus masuk ke otak logika untuk dianalisis, baru kemudian diteruskan ke otak emosi. Melogikakan sesuatu yang sifatnya emosional, akan membuat kita mampu mencerna keadaan dengan baik, dan  bahkan akan mendapatkan hikmah dari peristiwa tersebut. Misal, setelah berpikir mendalam, ternyata kita tahu, bahwa memang ada potensi-potensi konflik atau bahaya yang lebih besar jika hubungan dengan si dia tetap berjalan. Dengan cara seperti itu, kita bisa mengelola emosi kita dengan baik.

Pembajakan emosi terjadi jika stimulus dari luar langsung masuk ke otak emosi tanpa melewati otak logika. Lali  otak emosi akan memerintahkan tubuh untuk melakukan reaksi emosional seperti marah, mengamuk, atau menangis meraung-raung, bahkan juga perilaku agresif seperti menyerang, atau malah bunuh diri. 

Menyingkir sejenak, menenangkan diri!
Untuk bisa berpikir jernih dan mendalam, kita bisa menyingkir terlebih dahulu ke tempat yang sejuk dan tenang. Berbaringlah dengan santai, ambillah napas panjang jika perasaan sesak karena sakit hati itu muncul. Lakukan hal-hal yang menyenangkan di sela-sela berpikir tersebut.

Realistis dengan harapan-harapan indah
Hubungan cinta, biasanya berisi harapan-harapan indah. Namun, jangan jadikan harapan (expectancy/expectacy) sebagai satu-satunya sumber motivasi kita, termasuk motivasi mencintai. Menurut Shakespeare, expectation is the root of all heartache. Selain karena expectancy, kita juga harus jadikan hubungan cinta kita sebagai sebuah sarana untuk belajar memahami orang lain, belajar untuk menjadi lebih dewasa, belajar kesabaran dan juga memperkuat aspek-aspek interpersonal kita. Jika akhirnya harapan tidak sesuai kenyataan, toh kita masih punya yang lain, yaitu pelajaran-pelajaran karakter yang didapatkan. Jadi, kita tidak akan terlalu patah hati.

Menghibur diri sendiri
Hiburlah diri sendiri dengan cara yang pas untuk kita. Misalnya dengan menonton film komedi atau komik humor, mengunjungi teman-teman, piknik di tempat yang menyenangkan atau melakukan wisata adventure yang menguras adrenalin, misal mendaki gunung, rafting, snorkeling, atau trekking di hutan wisata.

Mendekat Sang Pencipta
Dekatkan diri dengan Sang Pencipta, memahami bahwa semua yang menimpa kita adalah bagian dari takdir-Nya, dan percaya bahwa segala ketetapan-Nya adalah yang terbaik untuk kita.
Semoga dengan 6 cara tersebut, Anda bisa segera move on dan kembali bersemangat.

Posting Komentar untuk "10 Tahun Pacaran Tetapi Putus, Bagaimana Segera Move On?"