Widget HTML #1

Progress, Not Perfection! Mengapa?



Banyak orang tidak berani melakukan sesuatu karena takut dicerca. Takut karyanya tidak sempurna, khawatir jika dia tidak bisa melakukan sebaik orang lain. Was-was ini dan itu.  Kepercayaan dirinya nyaris tak ada. Bahasa gaulnya: gak pede!

Jika kamu termasuk tipe orang macam itu, cuma ambil napas panjang, hembuskan pelan-pelan. Lalu ucapkan dengan sepenuh afirmasi: progress, not perfection. Progress, not perfection. Kemajuan, bukan kesempurnaan. Proses, bukan ujug-ujug hasil!

Jangan hanya berpikir tentang kesempurnaan (perfection). Tetapi, buatlah kemajuan (progress). Jika kau membuat kemajuan setiap hari, kau akan menuju kesempurnaan.

Quotes dengan makna seperti itu saya jumpai di salah satu sudut Pondok Pesantren Assalam, Solo. Ketika saya sedang melakukan kunjungan di ponpes tersebut, karena ada sebuah kegiatan, saya sempat termenung lama di depan tulisan tersebut. Sangat menarik. 

Ini mirip dengan perkataaan dari Abraham Lincoln: “I am a slow walker, but I never walk back.” Saya memang seorang pejalan yang lambat, tetap saya tidak pernah berbalik langkah. Kalau istilah Jawa mungkin "alon-alon waton kelakon", pelan-pelan asal terlaksana.

Kalau kita hanya berpikir kesempurnaan, kita tidak akan maju-maju, hanya berputar-putar pada khayalan dan mimpi indah. Repotnya lagi, kita akan mencerca orang yang bekerja, hanya karena pekerjaan mereka belum mencapai kesempurnaan. Dia akan terus begitu, sampai kemudian terkaget-kaget, di saat melihat orang-orang semakin terlihat sukses mendekati khayalannya, sementara dia masih bergulung selimut dan merenungi mimpinya.

Ya, sebab kesempurnaan memang akumulasi dari perbuatan, di mana saat berbuat, pasti akan ada kesalahan-kesalahan. Orang hebat bukan orang yang tak pernah salah, tetapi orang yang bisa belajar dari kesalahan. Ketika kita melakukan hal kecil dalam hidup, bisa jadi itu merupakan bagian dari puzzle untuk hal besar yang kelak akan jadi kebanggaan.

Membuat progress, tidak berarti berjalan mengalir saja seperti aliran air. Melangkah mengikuti kata hati. Progress, meski lambat, adalah berjalan di dalam track yang benar. Maka, sebelum membuat progress, pastikan dulu, bahwa kau melangkah di jalur yang benar. Dengan tujuan yang benar, dan cara yang benar. Nanti, kalau kamu sudah terbiasa melangkah, lama-lama, kecepatan akan bertambah. Tadinya sejam  selangkah dua langkah, besoknya empat lima langkah, dan kau akan kaget, ketika bisa membuat seribu langkah dalam 1 jam. 

Kesempurnaan memang idaman. Tetapi, ketika kesempurnaan tidak diikuti progress, maka hanya akan jadi mimpi indah belaka. Justru kesempurnaan ini adalah ending dari progress yang kita lakukan terus-menerus.

Nah, sudah membuat progress apa hari ini?

Posting Komentar untuk "Progress, Not Perfection! Mengapa?"