Bagaimana Mengelola Stres?



Sering mengalami Stres? Yuk, pahami stres dengan cara yang lebih jernih. Stres sering kita anggap sebagai musuh. Padahal, stres adalah respon alami tubuh saat menghadapi sesuatu yang dianggap mengancam atau menantang. Jadi, sebenarnya… stres itu normal.

Kenapa kita bisa mengalami stres? Ketika kita menghadapi “alarm bahaya” yang berasal dari penyebab stres alias stressor (misalnya dikejar deadline, mengalami konflik dengan mertua, atau disergap rasa takut karena hendak maju ujian), tubuh langsung mengaktifkan sistem yang disebut HPA axis (Hypothalamus–Pituitary–Adrenal axis). 

Apa tuh? HPA axis adalah jalur komunikasi antara otak dan kelenjar hormon. Efek dari aktifnya sistem ini adalah adanya sinyalnya yang mirip dengan pernyataan: “Ayo siap siaga!”

Inilah mekanisme aktifnya HPA Axis, ya Sobat! Ketika ada stressor (penyebab stres) memberikan tekanan kepada tubuh, hipotalamus ada otak akan memberi perintah ke kelenjar pituitari (juga di otak), lalu diteruskan ke kelenjar adrenal di atas ginjal. Hasilnya? Hormon seperti adrenalin dan kortisol dilepaskan oleh ginjal. Efeknya, detak jantung meningkat, napas lebih cepat, fokus jadi tajam. Kita menjadi sangat waspada, karena tubuh kita sedang bersiap untuk bertempur atau kabur, alias “fight or flight”.

Menariknya, stres tidak selalu buruk. Ada eustres (stres positif) yang membuat kita lebih semangat, produktif, dan tertantang. Ujian sekolah, target kantor, deadline atau mendaki gunung tentu membuat kita tertekan. Tapi tantangan ini membuat kita bergerak ke arah yang lebih baik. Tapi jika stres tersebut berlebihan dan berkepanjangan, bisa berubah menjadi distres (stres negatif), yang bisa melelahkan fisik dan mental. Jika stres negatif terus berlanjut, bisa menyebabkan tubuh mengalami penyakit berat, seperti penyakit jantung, stroke dan sebagainya.

Karena itu, stres juga harus kita kelola. Lalu bagaimana mengelola stres. Ada beberapa langkah yang bisa Sobat coba ya ....

  • Kenali stressor atau pemicunya, dengan mengenalinya, kita akan bisa merespon dengan baik. Kalau stressornya bisa dihadapi, kita akan mencoba mengurai masalah tersebut supaya bisa selesai. Atau jika stressornya terlalu berat, kita perlu menghindar dari stressor tersebut.
  • Atur napas dan jeda sejenak, relaksasi. 
  • Rajin olahraga, mulai dari ringan secara rutin.
  • Kelola waktu dengan realistis, jika lelah, istirahatlah. Jangan memaksa diri.
  • Curhat ke orang terpercaya, dengan didengarkan, biasanya kita merasa lebih lega.
  • Jaga pola tidur dan aktivitas fisik, jangan begadang, tidur cukup.
  • Makan atau minum yang bisa membuat rileks, misal minuman hangat, buah-buahan segar, makanan kaya magnesium dan omega-3.
  • Dan yang tak kalah penting perbaiki ruhiyah. Dekatkan diri pada Allah lewat shalat, dzikir, dan doa. Hati yang terhubung dengan-Nya akan lebih tenang menghadapi gelombang kehidupan.
Kapan perlu bantuan profesional?
Ini penting banget. Jika stres terasa sangat berat, berlangsung lama, mengganggu tidur, pekerjaan, atau hubungan, bahkan muncul keluhan fisik (pusing, sesak, lelah terus-menerus), jangan ragu mencari bantuan. Bedakan ya, antara psikolog dengan psikiater.

Psikolog membantu dengan terapi dan strategi pengelolaan emosi.
Psikiater dapat menangani kondisi yang lebih kompleks dan memberikan obat jika diperlukan.

Jangan panik kalau sedang merasa sangat tertekan. Stres itu sinyal, bukan vonis. Tenanglah! Menepilah sejenak. Dengarkan suara hati, pahami alarm diri, lalu kelola semua dengan bijak.

Posting Komentar untuk "Bagaimana Mengelola Stres?"

banner