Widget HTML #1

Kita Ternyata Tak Teliti! Ayo Hati-Hati, Banyak Jebakan 'Betmen' di Sekitar Kita


Setiap orang pasti pernah mengalami berbagai kesalahan, meski kadang hal tersebut terjadi secara tak sengaja. Bisa karena kurang hati-hati, bisa juga karena tak teliti, terpelesat, atau memang malah dijebak. Ya, dijebak! Karena dalam hidup, banyak sekali jebakan-jebakan Batman yang bertebaran. Kadang, tujuannya hanya sekadar membuat kita malu, meruntuhkan citra diri, atau memojokkan kita pada predikat: si sumbu pendek.

Nyebelin, ya? 

Berikut ini adalah sebuah tulisan yang pernah saya share di media sosial, yang inti pesannya adalah: ayo lebih teliti, ayo hati-hati, banyak jebakan di sekitar kita.

* * *

Suatu hari, di sebuah acara mahasiswa di Solo, saya melempar pertanyaan begini. "Bagaimana pendapat kalian jika bertemu dengan seseorang yang bertampang keren, agamanya bagus, sangat taat, pintar, hafal Al-Quran, tetapi tak mau berhijab?"

Tiga mahasiswa menjawab kurang lebihnya begini, "Saya nasihati dengan baik."

Mahasiswa-mahasiswa itu santun deh, jawabannya. Ketika saya lempar ke Twitter, jawabannya lebih sarkatis lagi. Ada yang bilang, "Jilbabi paksa!" bahkan ada yang bilang, "Tikam!"

Wow... segitunya :-)

Akhirnya, saya jawab begini, "Kalau saya yang ketemu sama orang tipe gitu, jika saya masih lajang, pasti saya akan minta bapak melamarkan dia untuk saya. Tetapi, karena saya udah nikah, ya saya koleksi jadi calon menantu."

"Lho, kok bisa?" tanya para mahasiswa.

"Soalnya dia lelaki... masak disuruh berjilbab. Nanti malah jadi tak sholeh."

Gerrr... semua tertawa. 

Sepertinya, ini hanya lelucon biasa. Oh, tidak! Sejatinya, di dalam hati saya justru merasa miris. Ya, miris, karena kita ternyata tidak teliti. Sudah tidak teliti, gampang men-judge pula. Karena itu, seringkali kita mendapatkan serangkaian nasihat tiba-tiba, sementara kita tidak tahu duduk persoalan sebenarnya. Wah, nasihatnya jadi salah alamat, dong!

Masih lumayan kalau hanya nasihat. Paling tidak, yang namanya nasihat, meski salah alamat, masih bisa jadi pengingat. Lha, kalau perilaku yang merugikan. Seperti letupan kata, "Tikam!" atau "Jilbabin paksa!"

Yuk, berusaha untuk lebih teliti dan melihat dengan cermat duduk perkaranya. Saya juga sedang belajar, nih....

* * *

Macam-macam tanggapan dari tulisan tersebut. Seorang teman mengatakan, itu tidak berlaku jika pakai bahasa Inggris, karena ada she/he yang langsung menyatakan gender orang tersebut. Tetapi, sahabat saya, yang juga penerjemah hebat, Teh Femmy Syahrani, menuliskan begini. Bisa kok, dituliskan tanpa memperlihatkan gender orang tersebut, misal:

What would you think if you met someone who was good-looking, religious, pious, intelligent, has memorized the Quran, but (this person) refuses to wear the hijab?

Ada juga teman yang mengatakan, "Lah, itu lelucon atau sekadar untuk menjebak?" Bisa jadi keduanya. Ya, seperti yang saya sebutkan di atas, dalam hidup kita banyak sekali jebakan-jebakan yang punya tujuan-tujuan tertentu.

Sebagai contoh, adalah komentar Ustadz Muchlisin, seorang teman penulis yang aktif di FLP Jawa Timur. 

Pernah seorang komika mengatakan: "aku tak sudi jadi mualaf." Dia dibully. Ketika ditanya mengapa tak sudi jadil mualaf? "Aku sejak kecil sudah muslim."

Sering banget saya dapati, di Twitter misalnya, kita dipancing agar menjadi marah dengan hal-hal yang penuh jebakan. Tujuannya, ya tadi itu, agar kita tercitrakan sebagai sumbu pendek, kompor meleduk dan sebagainya. Wajah kita dibikin jauh dari rahmah, justru tampak garang dan sangar. Kalau sudah begitu, kan barabe!

Yuk, lebih teliti, yuk jangan reaktif. Banyak 'Jebakan Betmen' di sekitar kita.


2 komentar untuk "Kita Ternyata Tak Teliti! Ayo Hati-Hati, Banyak Jebakan 'Betmen' di Sekitar Kita"

Comment Author Avatar
Iya sebelum marah-marah kita harus telaah, mencermati dengan benar ya mbak apa maksud omongan atau tulisan itu, jangan keburu ngamuk eh kita salah pengertian hehe..
Comment Author Avatar
Intinya memang di situ, jangan mudah ngamuk, hehe

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!