Widget HTML Atas

Awas, Modus Penipuan COD Palsu!

Tampilan paketnya

Hari ini saya benar-benar merasa mangkel, sekaligus juga geleng-geleng kepala karena sedih. Ada-ada saja modus penipuan zaman now! Para pelaku kriminal itu benar-benar selalu penuh kreativitas dan pintar memanfaatkan celah untuk mencari keuntungan. Termasuk juga dari bisnis online.

Jadi, begini! Pagi tadi (16/1/2021) saya memang memutuskan untuk di rumah saja. Selain masih berlaku status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)--apa yak, bedanya sama PSBB hehe--setiap Sabtu, sebisa mungkin memang saya tidak keluar rumah. Menemani anak, beres-beres rumah, baca-baca, atau ngeblog. Pokoknya "me time" gitulah.

Sekitar jam 10.00, pintu rumah diketuk. "Paket!"

Karena rumah saya juga jadi markas Toko Buku Afra, keluar masuk paket memang biasa saja. Biasanya sih ada admin toko yang menerima paket masuk--biasanya paket retur, paket yang memang saya atau orang rumah belanja, juga paket dari supplier. Tapi, setiap Sabtu dan Minggu, admin libur.

Saya pun membuka pintu. Seorang lelaki jangkung ada di balik pintu. Tapi sayangnya saya tidak mencermati bagaimana wajah dan pakaian, alih-alih atribut yang dikenakan.

"COD, atas nama Ahmad Supriyanto. Rp 150.000!" ujarnya. Nama yang dia sebut adalah nama suami saya. 

Tanpa pikir panjang, saya pun mengambil uang di dompet, menyerahkan padanya, dan menyimpan paket itu. Belum ada kecurigaan apapun di benak saya. Ya wajarlah, COD kan biasa. Di toko online milik saya, Toko Buku Afra, khususnya yang di Shopee, juga sering ada customer memilih fitur COD.

Ketika suami saya pulang, paket itu saya sodorkan. "Nih, tadi ada COD. Beli apa sih? Kok pengirimnya Hijab Fashionable? Beliin aku ya?" canda saya.

"Eh, aku nggak beli!" ujar suami. Nah, saya mulai curiga. Seisi rumah saya tanya, ternyata memang tak ada yang ngaku beli paket COD. Admin pun saya telephon, jawabnya, juga tidak beli. 

Penasaran, paketnya saya buka, dan lemeees.... ternyata sweater dengan bahan tipis, kasar, dan desain kurang menarik. Harga Rp 150.000,- kalaupun sama ongkir, kemahalaaan, hehe. Paling juga 50rb-an, atau malah kurang.

Seisi rumah pun tertawa, saya jadi malu sendiri, alias sebal. Kenapa saya tidak teliti ya? Di stiker pengirim, memang ada tulisan Hijab Fashionable, beralamat di Bandung, tetapi tidak ada nomor telephon atau HP. Label pengiriman juga tak menunjukkan itu dari marketplace apa. Tidak ada logo marketplace. Daaan, kenapa saya tidak konfirmasi dulu ke suami?

"Aku nggak pernah beli pakai COD lho," kata suami. "Kalau terpaksa pakai, pasti aku ngabari dulu."

"Semoga yang nipu kena Covid!" ujar salah seorang penghuni rumah.

"Eh, jangan! Siapa tahu dia butuh duit, siapa tahu dagangannya numpuk dan tidak laku-laku, sementara kebutuhan hidup tinggi. Ikhlasin saja, sedekahin!"

"Kalau mau sedekah, masak sama penipu. Tuh orang baik banyak yang lebih butuh dikasih sedekah!"

Suasana jadi ramai. Yah, uang Rp 150.000 mungkin kecil. Tapi, kalau harus dilepas dengan cara begitu, kan sebal juga ya?

Nah, bagaimana cara membedakan COD itu beneran atau palsu?

1. Kalau kita yang beli produk dengan model COD, cek dulu ketika menerima barang. Apakah logo marketplace, nama penjual, jumlah uang yang harus dibayarkan, dan nomor resi/barcode sama persis dengan yang ada di aplikasi kita? Bisa juga dicek history transaksi. Biasanya kan bisa ditracking barang sudah sampai mana.

2. Kalau yang transaksi adalah orang lain yang sealamat dengan kita, jangan langsung diterima dan dibayarkan. Tapi telepon atau chat dulu, lalu tanyakan beberapa hal seperti di nomor 1 tersebut di atas. 

3. Kalau ternyata barang COD yang datang penuh kejanggalan, jangan ragu, tolak aja! Barangkali, kalian juga sedang ditipu seperti kasus saya.

Semoga sharing saya bermanfaat.

2 komentar untuk "Awas, Modus Penipuan COD Palsu! "

  1. Saya juga pernah kena jebakan COD, beli online (bukan via marketplace) sudah transfer tapi waktu pengiriman muncul tagihan COD. Saya jelaskan ke petugas kurir beserta buktinya OK bisa diterima, tetapi beberapa hari berikutnya ada telepon dan WA dari karyawan kurir yg lainnya minta diselesaikan. Saya telepon dan WA penjualnya, masuk tapi tidak direspon. Saya tetep keukeuh ke petugas kurir bahwa saya sudah bayar dan tidak COD. Saya kiirimkan kembali WA chat awal dengan penjual, bukti transfer, dan foto serah terima barang. Akhirnya minggu berikutnya ada konfirmasi dari karyawan kurir (beda lagi nomornya) bahwa kiriman bisa diubah jadi non COD dan diminta kirim foto barangnya. Alhamdulillah selesai juga urusan meskipun barangmya ternyata under quality dan pakai sebentar sudah rusak. Hhmm...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kejahatan memang selalu mencari celah. Harus waspada selalu ya 😓

      Hapus

Posting Komentar

Mohon maaf, karena banyak komentar spam, kami memoderasi komentar Anda. Komentar akan muncul setelah melewati proses moderasi. Salam!