Pasangan Ngambek? Coba 3 Tips Ini



Pulang ke rumah selalu menjadi alasan banyak orang untuk mendapatkan kebahagiaan. Sebab, rumah adalah tempat melepas penat. Tempat rehat, dan berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai. Akan tetapi, hal tersebut tidak akan terjadi jika kita justru harus bertemu dengan pasangan yang sedang ngambek

Ya, barangkali, salah satu hal yang membuat dunia seakan runtuh adalah jika orang yang kita sayangi, misalnya suami atau istri kita ngambek. Rasanya, apapun terasa tidak enak, bukan? Melihat sosok yang kita cintai, bertampang manyun dan bahkan terus menghindari kita.

Kadang, jika rasa kesal memuncak, kita akan balik ngambek, dan perang dingin pun kian dahsyat. Siapa sih, yang betah dijuteki? Memangnya cuma kamu aja yang bisa marah, aku juga dooong. 

Aduh, stop, stop! Untuk membina keharmonisan dalam rumah tangga, seyogyanya ada pihak yang mengalah, bukan? Batu bertemu batu, pasti akan terjadi tumbukan, dan keduanya bisa hancur. Beda jika batu bertemu kapas atau kain lembut, tak sekadar tak hancur, bahkan si batu akan merasa nyaman dalam dekapan kelembutan.

Iya, memang harus ada yang mengalah. Tetapi kenapa harus saya? Hayati lelaaah, Bang!

Hm, tidakkah kita berusaha untuk menjadi yang pertama dalam kebaikan? Bukankah memulai berbuat kebaikan itu selalu lebih utama? Tidak akan hancur harga diri seseorang hanya karena dia memulai berusaha memperbaiki hubungan dengan seseorang yang sedang terlibat konflik dengannya. Justru, hal tersebut menjadi bukti, bahwa Anda memiliki hati seluas samudera. Jiaaah...

Oke, lanjut! Jika pasangan ngambek, jangan ikut ngambek. Lakukan tiga hal ini.

Pertama, cobalah renungi, apa sebab si pasangan menjadi marah. Segala sesuatu pasti ada sebab. Bahkan, kekuatan dokter dalam mengobati pasien, sangat ditentukan oleh diagnostik penyakitnya. Merenung, introspeksi, jauh lebih baik. Karena ketika kita mencoba mendesak si pasangan untuk berbicara, misal, “Ayo, Ma, ngomong dong, kenapa kamu begitu?” kadang justru kontraproduktif. Sebab, ada kalanya hal tersebut justru bikin pasangan kita marah dan bilang, “ngaca, Lo!”

Ya, introspeksi. Bukankah kita sudah lama berinteraksi dengan pasangan kita? Bukankah kita tahu, do ada don't yang pas untuk bersikap dengannya? Bukankah kita lebih mengerti perasaan dan sisi terdalamnya?

Introspeksi belum sukses mendiagnosis masalah? Cobalah bertanya kepada orang-orang di sekitarnya, jadilah detektif supercanggih yang bisa mampu memecahkan rahasia! Misal, pasangan Anda memiliki kakak perempuan yang sangat dekat. Tak usah sungkan bertanya. "Mbak, panjenengan kan orang yang selalu jadi tempat curhat istriku, sebenarnya istriku kenapa sih, kok marah padaku?"

Kedua, segeralah minta maaf jika ternyata Andalah penyebab kengambekan tersebut. Kalaupun Anda tetap tidak merasa bersalah, meminta maaf tak akan membuat Anda rendah, justru menaikkan grade Anda di depan pasangan. Minta maaf sebaiknya disertai dengan konsekunsi tertentu. Misal, “Pa, kayaknya Mama ya yang bikin Papa  marah? Maaf sekali ya, sekarang Papa boleh kok menghukum Mama.”

Jangan khawatir, jika dia memang mencintai Anda, pasti dia tidak akan menyakiti secara fisik. Kadang, yang dia butuhkan hanya sebuah pengakuan saja.

Ketiga, berilah hadiah dengan sesuatu yang paling dia inginkan. Jika perlu, kirim dengan cara yang membikin surprais. Misal, Anda tahu bahwa dia suka novel karya Afifah Afra, hehe. Kirimlah novel Afifah Afra ke kantornya, disertai dengan ucapan romantis. Tetapi, hadiah sebenarnya tak selalu jadi solusi, sebab 'tanki cinta' pasangan kita, memiliki bahan bakar yang berbeda-beda. Ada yang bahan bakarnya hadiah, ada yang servis atau pelayanan, waktu khusus yang berkualitas, atau bahkan bujuk rayu dan kata-kata puitis. Pahami ya, bahasa cinta pasangan Anda.

Nah, mudah kan, cara membujuk pasangan yang sedang ngambek? Kuncinya, kita harus lapang dada terlebih dahulu, sehingga segala sesuatu bisa berjalan lebih mudah. Selamat mencoba!

Posting Komentar untuk "Pasangan Ngambek? Coba 3 Tips Ini"