Kamu Pemuda? Jadilah Agen Perubahan!



“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia!” (Bung Karno).

Sobat sekalian tentu tidak asing dengan kalimat di atas, bukan? Sebuah kalimat yang membentuk kesimpulan bahwa 10 pemuda, ternyata jauh lebih hebat daripada 1000 orang tua. Mungkin kalimat tersebut masih bisa diperdebatkan. Tetapi, nyata-nyatanya, pemuda memang memiliki kekuatan tiada tara yang bisa mengguncang dunia.

Pemuda memiliki kekuatan fisik yang hebat. Mereka bisa bekerja siang malam tanpa merasakan lelah. Sementara, saat usia sudah kian menua, manusia akan mengalami masa lemah dan produktivitas menurun. Pemuda juga memiliki daya ingat, pemikiran dan kemudahan menyerap ilmu pengetahuan. Sementara, dari segi tekad, biasanya kaum muda memiliki semangat dan motivasi yang sangat kuat, serta keberanian yang tiada tara.

Oleh karena itu, kita melihat, banyak tokoh muda berhasil mencetak sejarah. Muhammad Al-Fatih misalnya, salah seorang sultan di Kesultanan Turki Ustmani, berhasil membebaskan Konstantinopel (Istanbul) dalam usia yang sangat muda, yakni 21 tahun. Padahal, Konstantinopel adalah kota kekaisaran yang berdiri tegak berabad-abad dan sangat sulit ditaklukkan. 

Syekh Hasan Al Banna, beliau lahir pada 14 Oktober 1906 dan mendirikan Gerakan Ikhwanul Muslimin pada tahun 1928, berarti beliau masih berusia 22 tahun. Sementara, Usamah bin Zaid, ditunjuk Rasulullah SAW menjadi panglima perang yang memimpin ribuan pasukan muslimin pada usia 18 tahun. 

Di Indonesia pun, banyak tokoh-tokoh muda yang berhasil mencetak sejarah. Hayam Wuruk, raja Majapahit, menjadi raja di usia 16 tahun, dan berhasil membawa Majapahit pada masa keemasan. Raden Patah, yang lahir pada tahun 1455, diangkat menjadi raja Demak pada tahun 1578, saat itu berusia 23 tahun. Keren kan? Dalam riset kami tentang Kepemimpinan Satria Piningit, yakni kepemimpinan berbasis kearifan lokal Jawa, kami mendapatkan temuan, bahwa agen perubahan adalah salah satu aspek dari sosok Satria Piningit.

Ada beberapa peran pemuda yang semestinya kita renungi secara mendalam, salah satunya adalah peran sebagai agen of change, alias agen perubahan, dalam hal ini tentu perubahan ke arah lebih baik. Pemuda harus menjadi part of solution, alias bagian dari solusi atas permasalahan demi permasalahan yang ada dengan membuat perubahan. Bukan sebaliknya, menjadi part of problem, yang justru menciptakan kemunduran.

Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Dunia bergerak dinamis menuju alam modern karena ada perubahan. Dahulu, manusia takjub dengan burung yang bisa membuat rumah di pohon dengan begitu indah, sementara manusia masih berdiam di gua-gua. 

Manusia pun belajar dari burung, melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik. Awalnya, rumah manusia sama dengan burung, di atas pohon. Lama-lama, peradaban manusia berkembang. Sekarang, manusia sudah berhasil membangun gedung Burj Khalifa, yang tingginya mencapai 828 meter di Dubai. Inilah bangunan tertinggi di dunia saat ini. Sementara si burung yang dulu dikagumi manusia, masih saja membuat sarang dengan cara yang sama seperti jutaan tahun silam, saat manusia purba mengaguminya.

Bagaimana Cara Menjad Agen Perubahan?

Adanya perubahan memerlukan agen. Agen, yang dilekatkan dengan kata pembaharuan, dalam KBBI diartikan sebagai orang atau lembagayang mendorong terciptanya perubahan sosial ekonomi secara berencana. Agar bisa menjadi agen of change, pemuda harus memiliki sejumlah kompetensi yang dibutuhkan, diantaranya sebagai berikut.
1) Kemampuan berkomunikasi, sebab komunikasi adalah kunci sukses dalam hidup. Penguasaan berbagai ketrampilan berkomunikasi, seperti komunikasi lisan, menulis, presentasi, negosiasi, mediasi, debat dan juga menguasai bahasa ibu maupun bahasa asing, akan sangat memudahkan seseorang menjadi agen perubahan.
2) Kemampuan berkolaborasi, yakni ketrampilan untuk bekerjasama, saling bersinergi, menyatukan potensi kita dengan potensi orang lain demi tujuan tertentu. Dengan sinergi serta kerjasama, berbagai permasalahan berat akan bisa lebih mudah diatasi. Perubahan pun akan lebih cepat terjadi.
3) Kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan menyelesaikan problem (problem solving). Dengan berpikir kritis, kita bisa memahami sebuah masalah yang rumit, menghubungkan satu informasi dengan informasi lain, sehingga solusi pun bisa dimunculkan.
4) Kemampuan kreativitas dan inovasi. Kedua kemampuan ini akan mendorong perubahan yang masif dan bermanfaat bagi umat manusia.

Nah, ingin jadi bagian dari agen perubahan? Kuasai 4 hal tersebut di atas, ya!

Posting Komentar untuk "Kamu Pemuda? Jadilah Agen Perubahan!"