Sumber Duit yang Jarang Dilirik Milenial - Pijat Profesional


Ketika saya mempublikasikan artikel pertama tentang penjahit halusan, beberapa pembaca setia berkomentar di media sosial, yang intinya setuju dengan pendapat saya. Mencari penjahit halusan ternyata sulit, karena banyak penjahit profesional yang sudah berusia sepuh dan "pensiun", sementara banyak generasi muda tidak melirik profesi ini. Sama dengan penjahit halusan, mencari pemijat dewasa pun ternyata sulit. Saya sebut "pemijat dewasa" sekadar untuk membedakan, karena nanti saya akan membuat artikel pemijat bayi. Jadi, jangan diasosiasikan negatif, ya? 

Pijat merupakan kebiasaan yang turun temurun. Mayoritas orang Indonesia, terlebih dari suku Jawa, menganggap bahwa pijat merupakan kebiasaan "wajib" yang menjadi bagian dari kehidupannya. Jika kondisi capek, badan pegal-pegal, pijat menjadi suatu hal yang sangat diidamkan. Ada kenalan saya yang pernah menjadi dokter di sebuah klub sepak bola nasional. Kata beliau, entah bercanda atau serius, di klubnya, pemijat lebih difavoritkan dibanding dengan dokter. Saat para pemain bola kelelahan usai bertanding, yang mereka cari adalah pemijat, bukan dokter. Wow, logis juga sih.

Pijat memang telah menjadi semacam kearifan lokal yang melekat dalam kehidupan masyarakat kita. Namun, secara kesehatan, pijat juga punya banyak manfaat, mulai dari meredakan nyeri, melemaskan otot-otot dan sendi yang kaku, melancarkan peredaran darah, bahkan juga bisa meredakan stres. Saat tubuh kita lelah karena banyak beraktivitas, memang ada tumpukan asam laktat di bagian-bagian tertentu pada tubuh kita. Itulah sumber dari perasaan pegal, sakit, juga nyeri. Ternyata dengan teknik pemijatan yang tepat, tumpukan asam laktat bisa dipecah dan masuk ke aliran darah. Meskipun begitu, memijat jika tidak menggunakan teknik yang tepat, bisa juga memicu cedera pada tubuh, lho!

Nah, sayangnya, meskipun permintaan tinggi, ternyata ketersediaan pemijat profesional juga sangat sedikit. Itupun, sama dengan penjahit, rata-rata sudah mulai menua. Di tempat tinggal saya, untuk bisa membooking pemijat, harus antre dan menentukan jadwal tersendiri. Bahkan antrenya bisa melebihi periksa dokter, haha.

Milenial? Alih-alih tertarik, barangkali sebagian besar bahkan tidak tahu bahwa menjadi pemijat itu ternyata prospektif juga untuk menjadi sumber duit. Berapa sih tarif pemijat profesional? Kalau di Solo, rata-rata Rp 50.000 hingga Rp 100.000 untuk sekitar 45 hingga 60 menit memijat. Coba, kalau dalam sehari dia memijat 5 orang saja, sehari bisa mengantongi Rp 250.000 hingga Rp 500.000, jika hanya 20 hari bekerja, dia bisa mendapatkan penghasilan Rp 5.000.000- Rp 10.000.000, itu 2-4 kali UMR kota Solo. Kalau di kota lain, seperti Jakarta atau Bandung, pasti honornya lebih tinggi. Itu untuk pijat tradisional, ya? Untuk pijat yang lebih profesional, jelas lebih tinggi tarifnya.

Tapi, capek kan, memijat orang lima jam sehari? Apa sih yang nggak capek di dunia ini? Menjadi pemijat profesional awalnya mungkin capek, lama-lama terlatih dan otot-otot di tangan dan lengan kita menjadi lebih kuat. Teknik memijat yang baik sebenarnya tidak membutuhkan tenaga yang terlalu besar, lho. Banyak pemijat yang kurang ahli, ketika memijat mengeluarkan energi terlalu besar, justru membuat klien menjadi kesakitan.

Ada banyak teknik pijat, misal pijat jaringan dalam, pijat akupresur, pijat refleksi dan sebagainya. Ada juga akupunktur yang sedang tren. Pijat-pijat model ini, tentu harus dipelajari melalui guru dan pendidikan atau kursus yang tepat dan kredibel. Tulisan saya ini baru sekadar pematik awal diskusi tentang profesi pemijat. Jika kamu ingin tahu lebih mendalam, silakan browsing lebih lanjut dengan keyword yang lebih pas.

Bagaimana menekuni dunia pijat memijat?

Pertama, kamu jangan gengsi dahulu ya. Masak keren-keren gini jadi pemijat? Wah ini sih soal mindset! Mengubah mindset ini sangat penting, sebab secara psikologis, mindset akan sangat mempengaruhi keputusan yang diambil seseorang. Banyak anak muda memilih jurusan kedokteran, karena memiliki mindset bahwa jurusan ini sangat keren, bermasa depan cerah, elit, dan sebagainya. Maka, jurusan ini diburu oleh ratusan ribu peminat setiap tahunnya. 

Mindset atau pola pikir, adalah akumulasi keyakinan yang membentuk cara berpikir seseorang, dan menurut Carol Dweck, seorang psikolog, keyakinan tersebut sangat berpengaruh dan memiliki pengaruh penting terhadap pencapaian seseorang.

Kedua, mulailah melatih skill. Kamu bisa belajar memijat dari praktisi yang kamu kenal terlebih dahulu. Baru kemudian dikembangkan lagi keahlian kamu. Jangan salah, saat ini, teknik pemijatan yang modern dan ilmiah telah menjadi salah satu jurusan di sekolah-sekolah tinggi kesehatan, lho. Jurusannya adalah fisioterapi. Ops, fisioterapi tentu berbeda dengan pijat tradisional, karena pada fisioterapi, banyak sekali ilmu yang harus dipelajari. Ada pelajaran tentang struktur tulang, sendi, otot dan sebagainya. Kamu bisa kuliah di jurusan ini, agar jadi pakar atau ahli. 

Tetapi masalahnya, kalau di masyarakat awam, mereka kurang mengenal istilah fisioterapi, dan ogah mengorder jasa ahli fisioterapi jika hanya sekadar untuk menghilangkan capek. Ini soal model mindset dan model marketing aja sih. Kamu bisa membuka jasa keduanya, pijit tradisional, dan jasa fisioterapi. Karena pijat tradisional ternyata juga ada beberapa hal yang khas, kamu bisa juga belajar dari kursus-kursus pijat tradisional yang banyak dibuka untuk umum. Untuk meningkatkan ketrampilan, kamu bisa mencoba memijit orang-orang di sekitar kamu, misal ayah atau ibu. Wah, mereka pasti senang sekali. Selain berbakti kepada orang tua, skill kamu juga semakin terasah.

Ketiga, jangan takut atau enggan memasarkan keahlian kamu. Kamu bisa mulai menawarkan jasa tersebut kepada orang-orang di sekitarmu, baru kemudian membuka jasa secara lebih luas, misal memasang papan nama di rumah, promosi di media sosial, dan sebagainya.

Keempat, etika dan attitude jangan lupakan, ya! Menjadi pemijat ini akan membuat kamu tahu hal-hal yang mungkin ditutupi. Misal aurat klien. Ini rahasia yang harus kamu simpan. Sebisa mungkin, jangan sampai kita memijat orang yang berbeda jenis kelamin. Kalau kamu cowok, jangan menerima klien cewek, kalau kamu cewek, juga terimalah yang khusus cewek saja, biar tidak jadi fitnah yang mengerikan. Sesama jenis pun juga ada batasan aurat yang perlu diperhatikan. Itu perlu kita cermati banget ya. 

Selamat mencoba!

Posting Komentar untuk "Sumber Duit yang Jarang Dilirik Milenial - Pijat Profesional"