Sedentary Lifestyle, Sang Pembunuh Berdarah Dingin di Kantor Kita



Ada pembunuh di kantor kita yang diam-diam ingin menghabisi nyawa kita. Pembunuh yang tanpa kita sadari, tengah mengincar nyawa kita dan menunggu kematian kita. Siapakah pembunuh itu?

Musik mengalun pelan, bersama dengan lampu yang mendadak mati. Lalu …

Wah, seram sekali ya, pengantar artikel ini. Seakan-akan ada sang killer dengan senjata berlumur darah tiba-tiba meloncat dari sudut ruang kantor yang gelap dan menerkam kita saja. Pengantar tersebut tentu saja hanya sekadar imajinasi saya belaka. Tentu pembunuh berdarah dingin memang benar ada dalam kantor kita, hanya saja pelakunya bukan melulu manusia, tetapi kondisi yang berbahaya bagi kesehatan kita. Tentu saja faktor manusia cukup dominan, namun bukan hanya itu sebabnya. Banyak hal berkelitkelindan menjadikan kantor kita bisa jadi bukan tempat yang ramah untuk kesehatan kita.

Pembunuh berdarah dingin di kantor ada bermacam-macam. Target yang tinggi, bos yang tidak ramah, stress kerja, dan gaya hidup yang disebut sedentary lifestyle, alias gaya hidup malas gerak. Yang akan saya bahas dalam artikel pendek ini adalah gaya hidup mager, atau malas gerak tersebut. Mager atau istilah bahasa Inggrisnya sedentary lifestyle adalah gaya hidup menetap, tidak berpindah-pindah, alias kurang gerak, yang disebabkan karena banyaknya fasilitas yang memanjakan kita.

Gaya hidup semacam ini banyak diadopsi oleh para pekerja perkantoran di unit-unit bisnis modern. Bayangkan saja, di pagi hari mereka bangun, biasanya kamar mandi sudah menyatu dengan kamar. Setelah mandi dan sarapan pagi, berangkat kerja naik mobil atau motor, naik ke lantai atas menggunakan lift, dan lantas seharian bekerja menghadap komputer. Cari makanan cukup delivery order. Kita dibuat nyaris tanpa gerak dalam 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, dan seterusnya.

Karena terbiasa tanpa gerak, sesuatu yang membutuhkan sedikit gerak akan dihindari. Capek, malas, panas, dan sebagainya. Boro-boro lari marathon, mendaki gunung atau jogging berkilo-kilo meter. Jalan kaki 100 atau 200 meter saja memilih naik motor.

Sedentary lifestyle ini tentu membahayakan, karena bisa menyebabkan tumpukan lemak di tubuh kita. Menurut situs resmi WHO, who.int (4/4/2002), gaya hidup semacam itu ternyata meningkatkan risiko semua penyebab kematian, sepertu penyakit kardiovaskular, diabetes, meningkatkan risiko kanker usus besar, tekanan darah tinggi, osteoporosis, gangguan lipid, depresi dan kecemasan. Hal ini diperparah dengan sikap sebagian pelaku yang juga memiliki pola hidup tidak sehat, seperti terlalu banyak kopi, menyantap junk food, serta hobi begadang. 

Sudah malas gerak, malas olahraga, makanannya pun tidak sehat. Aduh duh … sedih deh melihat pola hidup para pekerja kantoran semacam ini.

Nah, percaya kan, bahwa bekerja di kantor yang sejuk dan nyaman ternyata tak sepenuhnya aman. Ada satu pola hidup yang membuat para “pembunuh” berkeliaran dan mungkin akan membuat kita mati muda.

Bagaimana terhindar dari para pembunuh berdarah dingin tersebut? Berikut ini beberapa kiat yang harus dicoba.

  • Jangan terus duduk manis di depan komputer. Setiap satu jam, berdirilah dan lakukan gerakan-gerakan senam ringan selama sekitar 5 menit. Misal mengangkat tangan di atas, lalu tekuk ke kanan dan kiri. Luruskan kedua tangan ke depan, lalu bungkukan badan 90 derajat. Jalan di tempat mengikuti irama musik, atau 
  • Jangan selalu memanjakan diri dengan naik lift, sebaiknya, berusahalah naik tangga, karena lebih sehat untuk kita.
  • AC yang dingin kadang membuat kita malas minum. Padahal, kondisi dingin bukan berarti membuat tubuh kita tak perlu air putih.
  • Dalam satu minggu, sempatkan 1-2 jam untuk berolahraga yang cukup untuk membakar kalori
  • Berjalanlah sehari sekitar 10 ribu langkah. Saat liburan, kita bisa memperbanyak jalan kaki atau jogging sembari refreshing.
  • Jika mungkin gunakan kendaraan umum untuk pergi ke kantor, sehingga biasanya kita memiliki kesempatan untuk berjalan kaki.
  • Jika ada tempat makan yang lokasinya dekat kantor, ada baiknya berjalan kaki ke sana, dan tidak menggunakan jasa delivery order.

Tujuh cara tersebut bisa digunakan untuk bisa mengurangi terbentuknya pola hidup mager. Mungkin Sobat memiliki kiat lain? Sharing yuk!

Posting Komentar untuk "Sedentary Lifestyle, Sang Pembunuh Berdarah Dingin di Kantor Kita"