Widget HTML #1

Anak Gaza dan Sebuah Cermin - Syair


Sudah lebih dari 40 hari perang di Gaza tak juga berhenti. Meskipun gencatan senjata terus diserukan, mayoritas negara di PBB juga telah sepakat, namun Israel dan sekutu-sekutunya, termasuk Amerika Serikat, masih menginginkan perang terus terjadi. Warga sipil pun berjatuhan, termasuk anak-anak. Ribuan anak telah menjadi Yatim. Mereka kelaparan, Mereka kehausan. Mereka luka. Bukan hanya luka badan, tetapi juga luka jiwa.

Betapa berat menjadi anak Gaza. Di tengah gempuran trauma, mereka mencoba bertahan. Puisi ini mencoba melukiskan perasaan mereka. Ilustrasi saya ambil dari Media Sosial, mohon maaf, saya kesulitan melacak siapa pembuatnya. Jika Anda adalah pembuat ilustrasi ini, saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Gambar ini adalah inspirasi saya untuk menuliskan syair sederhana ini.

Anak Gaza dan Sebuah Cermin
Karya Afifah Afra Aku tak akan lagi menangis Karena tak ada ayah bunda yang memelukku Tak ada mainan yang disodorkan padaku Makanan pun tak ada, hanya air hujan terkirim dari langit Tuhan memberikan langsung untukku Aku tak akan lagi menangis
Siapa yang akan terketuk hati mendengar jeritanku?
Paman dan bibiku di negeri yang jauh sana,
Tak berani ke sini, meski sekadar mengirim sepotong roti Aku tak marah, aku tahu, peluru itu bisa merobeknya hingga mati Bom itu bisa membuatnya hilang seri
Aku tak akan lagi menangis Bahkan ketika tetesan air mataku berubah darah pun Tak ada yang bisa menolongku Kecuali Tuhanku Maka, di depan cermin ini Aku berusaha meneguhkanku Jadikan aku tentaraMu wahai Tuhanku...
Dengan menjadi tentara
Aku bisa melawan mereka
Aku ingin negeri ini merdeka
Seperti negeri-negeri di sana

Wahai Tuhanku yang Esa
Bahuku masih kecil, tumbuhkan menjadi perkasa
Wahai Tuhanku yang Maha Raja
Badanku masih mungil, tinggikan agar kokoh wibawa
Dengan begitu, aku kuat menopang senjata
Dan aku akan bela kemuliaan bumi Palestina Solo, 17102023

Posting Komentar untuk "Anak Gaza dan Sebuah Cermin - Syair"