Widget HTML #1

9 Tips Memulai Usaha Bagi Pemula



Bagaimana memulai usaha atau bisnis bagi pemula? Yang benar-benar bisnis dari nol? Mungkin, Sobat adalah mahasiswa semester akhir yang sudah mulai gelisah memikirkan masa depan. Atau karyawan yang sudah bosan bekerja rutin sebagai staf perusahaan, dan ingin berpindah kuadran. Juga, mungkin seorang ibu rumah tangga yang anak-anaknya sudah mulai besar, dan mulai merasa ingin menambah penghasilan namun tak terlalu diikat oleh berbagai aturan kepegawaian. Memiliki sebuah entitas bisnis adalah pilihan tepat. Berwirausaha merupakan sebuah pilihan yang menjanjikan banyak hal.

Memiliki usaha sendiri memiliki sejumlah kelebihan, yang paling menonjol, barangkali adalah waktu yang lebih fleksibel, juga penghasilan yang terus berkembang. Jika menjadi seorang karyawan kita dipatok dengan penghasilan yang relatif tetap, menjadi seorang wirausaha memberikan peluang kepada kita untuk memiliki penghasilan yang lebih tinggi, bahkan bisa jadi berlipat-lipat jumlahnya.

Namun, jangan salah! Risiko memiliki usaha sendiri juga tidak ringan. Seringkali, kerugian yang harus disandang, membuat seorang wirausaha tidak hanya berkurang penghasilan, tak punya penghasilan, tetapi juga sampai tahap minus. Jadi, dibutuhkan mental yang sangat kuat, terutama dalam masalah daya tahan atau endurance.

Tapi, jangan khawatir. Asal ada persiapan yang matang, insya Allah kita semua bisa menjadi seorang wirausaha yang sukses. Berikut adalah sembilan tips untuk memulai usaha bagi seorang pemula.

1. Persiapan Fisik dan Mental

Jangan anggap enteng permasalahan fisik dan mental. Saat terjun dalam dunia usaha, selain kondisi fisik yang gesit, sat-set, bugar dan prima, mental juga harus kuat. Kondisi psikologis yang perlu dipersiapkan sejak sedini mungkin untuk terjun di dunia usaha adalah tegar, ulet, optimistis, cermat, berani, kreatif dan juga inovatif. Kondisi seperti ini tentu tidak bisa didapatkan secara instan, tetapi harus dibentuk dalam waktu lama. Sosialisasi yang dilakukan seseorang mulai di bangku sekolah, pengalaman organisasi, dan berinteraksi dengan banyak orang di berbagai kesempatan, sangat membantu terbentuknya mental yang kuat.

2. Riset Pasar

Fase ini merupakan hal mendasar! Banyak orang berbisnis tanpa riset. Begitu punya uang, langsung belanja barang segudang penuh, dan ternyata tidak laku. Riset pasar dilakukan untuk memahami kebutuhan dan apa saja preferensi pelanggan potensial. Jika Sobat adalah seorang ibu rumah tangga, mungkin di lingkungan pergaulan sehari-hari, Sobat bisa melihat, apa yang dibutuhkan oleh teman-teman Anda. Misal, saat menjemput anak-anak di sekolah, ternyata banyak ibu-ibu yang tidak memakai jas hujan. Sobat bisa mencoba menawarkan jas hujan yang nyaman dipakai, berbahan kuat, modis, namun harga terjangkau. Atau bisa juga menawarkan jas hujan anak yang lucu-lucu dengan ilustrasi khas anak-anak.

Salah satu bagian dari riset pasar adalah melakukan analisis terhadap pesaing. Misal, untuk kasus jas hujan, nih. Ketika Sobat hendak bisnis jas hujan, cobalah riset, bagaimana kualitas, kondisi bahan, model, harga, dan sebagainya dari jas hujan yang dijual di pesaing. Dari riset pesaing itu, kita bisa melakukan identifikasi, ada kekosongan pasar apa yang dapat Sobat isi. Misal, jas hujannya sudah bagus, bahan enak dipakai, harga terjangkau, tetapi modelnya kurang fashionable. Maka, Sobat bisa mengisi kekurangan itu dalam produk yang hendak Sobat tawarkan.

3. Menyesuaikan Keahlian  

Bisnis itu kayaknya asyik, bisnis ini juga. Stop melakukan sesuatu yang tidak kita kuasai. Sebaiknya, mulailah usaha di bidang yang paling kita pahami dan kuasai. Misal, saat Sobat melihat anak-anak sekolah, rata-rata tidak sempat sarapan, atau sarapan seadanya. Sementara, Sobat jago memasak. Cobalah untuk memulai usaha dengan produk sarapan pagi untuk anak sekolah atau para karyawan yang istrinya juga bekerja sehingga tidak sempat memasak di waktu pagi.

Inilah pentingnya mengasah hobi atau minat sejak kecil. Hobi yang terus dilatih, suatu saat akan menjadi keahlian, dan kita bisa memanfaatkan keahlian yang didasarkan dari hobi dan minat pribadi kita itu untuk membangun keunggulan kompetitif.

4. Membuat Rencana Bisnis

Segala sesuatu akan menjadi lebih mudah jika ada rencana. Bahkan, berlibur ke suatu kota yang hanya dua-tiga hari pun akan lebih optimal melahirkan kebahagiaan jika direncanakan. Apalagi bisnis kita. Kita bisa membuat proposal rencana bisnis yang rinci, mencakup visi, misi, tujuan, strategi pemasaran, dan proyeksi keuangan. Proposal bisnis itu akan membantu kita untuk memiliki panduan yang jelas dalam mengembangkan dan mengelola usaha kita. Proposal ini juga bisa meliputi proyeksi keuntungan, sehingga bisa kita gunakan untuk mencari investor.

5. Mengelola Keuangan dengan Baik

Masalah modal atau keuangan adalah hal yang krusial. Mau anggaran kita terbatas atau pun melimpah, tetap jangan sembrono. Tentukan anggaran yang realistis dan manajemen keuangan yang bijak. Misal, ketika belanja barang, sesuaikan dengan permintaan. Seringkali, karena tergoda untuk mendapatkan harga perolehan yang semurah mungkin, kita tergoda untuk belanja banyak, padahal pelanggan kita masih sedikit. Akhirnya, modal kita habis di stok, yang ternyata tak dengan cepat terjual. Sementara, di sisi lain, kita pelit untuk mengeluarkan anggaran marketing dan promosi.

Jangan lupa pula, terkait dengan soal keuangan. Catat semua pengeluaran dan pemasukan, serta pastikan keuangan perusahaan tetap sehat.

6. Pemilihan Tim yang Tepat

Seringkali saat berwirausaha, kita membutuhkan tim. Jika itu terjadi, kita harus sangat selektif. Tim kerja adalah sosok yang akan terus bersama, dan kita berharap akan menjadi rekan sejawat yang akan selalu bersama, jatuh bangun mendirikan bisnis kita. Jika mungkin, pilih tim yang memiliki keterampilan dan keahlian yang melengkapi kekurangan Anda. Kalau misal kita sudah jago masak, kita bisa mencari teman yang jago dalam administrasi keuangan, jago marketing, jago di media social, jago pengepakan makanan, dan sebagainya.

Jangan lupa, komunikasi dan kolaborasi yang baik antar anggota tim sangat penting, jadi harus selalu dijaga kedekatan antartim. Jika ada salah paham atau gesekan, segeralah diluruskan. Yang tak kalah penting adalah, lakukan perjanjian hitam di atas putih, apa saja hak-hak dan kewajiban-kewajiban mereka.

7. Membuat Produk atau Jasa yang Unggul dan Inovatif

Poin ini merupakan tindak lanjut dari hasil analisis riset pasar. Ketika kita telah menemukan kekosongan pada pelanggan potensial, segeralah lakukan positioning, atau mengisi kekosongan tersebut dengan menawarkan produk yang cocok. Jika perlu, produk itu juga memiliki sejumlah value atau keunggulan yang sangat jelas membedakan dengan pesaing. Jadi, kita harus selalu siap beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi. Teruslah berusaha mencari cara untuk berinovasi dan meningkatkan produk atau layanan Anda.

8. Melakukan Pemasaran yang Efektif dan Efisien

Membidik pelanggan caranya mirip dengan seorang pemburu menembak buruannya. Dia tidak akan menghambur-hamburkan peluru. Tetapi mempelajari dahulu gerak-gerik rusa buruannya, lalu membidiknya dengan tepat. Kita perlu menggunakan strategi pemasaran yang sesuai dengan target pasar Anda. 

Pemasaran bisa dilakukan secara bertahap. Pertama, memperkenalkan produk. Kita bisa memanfaatkan media sosial, dan alat pemasaran digital lainnya untuk mencapai audiens yang lebih luas. Kedua, kita petakan mana yang tampaknya merasa tertarik dengan produk kita. Lalu, lakukan pendekatan dengan cara yang manis, jangan kasar atau terkesan melakukan teror.

9. Lakukan Evaluasi Terus-Menerus   

Setelah bisnis berjalan, jangan terlena. Evaluasi terus kinerja bisnis kita secara rutin dan tetap terbuka terhadap umpan balik dari pelanggan dan karyawan. Perbaiki dan kembangkan strategi Sobat berdasarkan hasil evaluasi tersebut.

Memulai bisnis memang sebuah tantangan dan seringkali penuh dengan hal-hal yang mengagetkan dan tidak sesuai ekspektasi. Jangan gugup! Terus lakukan persiapan sematang mungkin, jalankan apa yang kita rencanakan dengan sepenuh komitmen, teruslah bersemangat, dan jangan mudah patah atau menyerah. 

Posting Komentar untuk "9 Tips Memulai Usaha Bagi Pemula"