Rahasia Rezeki di Waktu Subuh


Shalat Subuh adalah suatu hal yang sangat khas dan unik. Shalat ini dilakukan di waktu pagi sekali, saat fajar, kalau di Solo, jatuhnya sekitar jam 4 hingga jam 4.30. Pernah jam empat kurang, pernah juga jam setengah lima lebih, tetapi belum pernah kurang dari itu. Bagi yang terbiasa begadang, shalat Subuh bisa jadi merupakan siksaan, karena di saat sedang asyik-asyiknya tidur, tiba-tiba harus bangun dan melakukan aktivitas shalat. Meskipun hanya dua rakaat, shalat ini terasa berat bagi yang tidak terbiasa.

Padahal, shalat Subuh ternyata banyak sekali keutamaannya. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda, "...Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657).

Apa saja keutamaan-keutamaan shalat subuh? Bisa anda cek sendiri di hadist-hadist shahih yang membahas masalah tersebut. Di antaranya, shalat subuh memiliki derajat keutamaan sama dengan shalat semalaman, shalat subuh membuat jiwa tenang, membuka pintu rezeki dan sebagainya.

Tentu, shalat subuh akan menjadi utama jika dilanjutkan dengan aktivitas yang bermanfaat. Sayangnya, banyak orang menyia-nyiakan berkahnya waktu shalat Subuh ini. Jarak antara subuh dengan waktu resmi kerja di Indonesia, yang mayoritas dimulai jam 8, memang cukup panjang. Jika shalat subuhnya jam 4, dan jam kantor jam 8, maka jaraknya bisa 4 jam. Ada memang teman-teman di tempat-tempat tertentu yang jarak kantor dengan rumah cukup jauh, subuh pun sudah mulai perjalanan. Di kawasan aglomerasi Jadebotabek misalnya, ada yang memilih shalat subuh di stasiun kereta agar tidak terlambat masuk kantor. Luar biasa, ya!

Bagi yang di luar aglomerasi tersebut, atau memiliki jarak tempuh rumah kantor yang cukup pendek, godaan untuk tidur lagi usai Subuh sangat besar. Saya sendiri juga kadang begitu, sih. Apalagi jika semalaman lembur alias begadang mengerjakan banyak hal. Hehe. Soal begadang ini, senior saya, Mas Ali Muakhir, pernah nyeletuk, begadang itu sebenarnya menambah jam kerja, atau memindah jam kerja? Merasa terusik dengan celetukan itu, akhirnya saya berusaha sebisa mungkin untuk tidak lembur. Saatnya tidur, ya tidur.

Jarak antara 3-4 jam itu bisa jadi waktu yang sangat produktif untuk hal-hal yang bisa menambah peluang rezeki. Apa saja contohnya? Silakan simak di bawah ini.
  • Dzikir pagi, misal dengan membaca Al-Matsurat, atau tilawah Al-Quran, atau menambah hafalan Al-Quran. Apa kaitan ini dengan konsep rezeki? Jelas banget, Sang Pemberi Rezeki adalah Allah SWT. Takwa adalah jalan untuk membuka rezeki. Allah SWT bersabda, "Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar bagi nya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangkasangkanya." (QS ath-Thalaq: 2- 3).
  • Bagi para suami, bisa bantu istri mengurusi kerjaan rumah tangga yang biasanya seabrek, apalagi jika mereka juga pekerja seperti Anda. Bagi yang masih jomblo, boleh deh bantu-bentu ibu, pasti mereka akan tambah sayang padamu. Yang indekost, bisa cuci baju, menyeterika, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini juga akan membuat rezeki kita bertambah dengan cara menghemat pengeluaran, lho. Misal, pada pagi hari, kita bisa menyiapkan bekal untuk makan siang di kantor, sehingga mengurangi biaya makan siang yang biasanya cukup mahal.
  • Cari tambahan income, misalnya dengan jualan online, bercocok tanam, kerja-kerja freelance, beternak ayam, dan sebagainya, tentunya sesuai dengan situasi dan kondisi. Kita bisa mencari peluang-peluang untuk mendapatkan income tambahan dengan skill yang kita miliki.
  • Olahraga, dari yang paling mudah, misal lari pagi atau jalan-jalan keliling kampung. Dengan 30 menit jalan kaki secara rutin, kita mungkin tidak akan mendapatkan rezeki secara langsung, tetapi tubuh kita akan semakin sehat dan kuat, sehingga lebih bugar dan semangat dalam mencari rezeki.
  • Mencoba belajar hal-hal baru yang bisa menambah skill kita, terutama skill yang terkait dengan aktivitas mencari rezeki. Misal belajar membuat video, belajar jualan online, belajar menulis copy writing, bahkan juga belajar memasak. Siapa tahu suatu saat kita akan mandiri, resign dari tempat kerja dan memiliki profesi baru yang menjanjikan. Begitu, bukan?
Buat teman-teman yang pernah tinggal atau melanglang buana ke negeri jiran, yaitu Singapura atau Malaysia pasti tahu, bahwa meski aslinya mereka mereka memiliki waktu geografis yang sama dengan jam di Pekanbaru atau Padang, tapi mereka pakai jam WITA (waktu indonesia tengah). Ternyata, konsep itu bisa memangkas jarak waktu subuh dg waktu aktivitas hanya menjadi sekitar 1-2 jam aja. Pagi di Malaysia itu sangat cepat dan sat set. Tidak ada waktu untuk tidur setelah subuh, kecuali yang jadwal kerja paginya longgar. Jam 6 pagi baru shalat subuh (karena aslinya sama dengan jam di Sulawesi), sementara jam 7.30 atau jam 8 sudah mulai beraktivitas. Baca selengkapnya di sini: Malaysia dan Singapura "Mencuri Start" Kehidupan?

Memang sih, banyak warga bukan Muslim di Singapura, tetapi ternyata mereka mengikuti pola yang sama. Bangun saat Subuh, dan segera beraktivitas. Ternyata, dengan mode seperti itu, perekonomian Malaysia dan Singapura jauh melejit di atas kita. Yuk, silakan coba!

Posting Komentar untuk "Rahasia Rezeki di Waktu Subuh"